Kamis, 20 Juni 2013


TUGAS PRAKTIKUM TAKSONOMI
IDENTIFIKASI FUNGI
Dosen Pengampuh : Prasetyo M.Pd

Kelompok 1
Disusun oleh:
NAMA                 : Hepy Puji Setiawan
NPM                    : 12320136
KELAS                : 2E Pendidikan Biologi


FAKULTAS PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
IKIP PGRI SEMARANG
2013/2014

IDENTIFIKASI FUNGI
A.                Tujuan
1.      Mengidentifikasi morfologi dan anatomi fungi dan pada  masing - masing spesies.
2.      Mengklasifikasikan fungi dan pada masing-masing spesies.
B.                 Manfaat
1.    Mengetahui morfologi dan anatomi fungi masing – masing  spesies.
2.    Mengetahui klasifikasi fungi  dan pada masing-masing spesies.
C.                Tinjauan Pustaka
Fungi atau Cendawan adalah organisme Heterotrofik, mereka memerlukan senyawa organik untuk nutrisinya. Bila mereka hidup dari benda organik mati yang terlarut mereka disebut saprofit. Saprofit menghancurkan sisa-sisa tumbuhan dan hewan yang kompleks, menguraikannya menjadi zat-zat kimia yang lebih sederhana, yang kemudian dikembalikan kedalam tanah, dan selanjutnya meningkatkan kesuburannya. Jadi mereka dapat sangat menguntungkan bagi manusia. Sebaliknya mereka juga dapat merugikan kita bilamana mereka membusukkan kayu, tekstil, makanan dan bahan-bahan lain.
Cendawa saprofit juga penting dalam fermentasi industri, misalnya pembuatan bir, minuman anggur, dan produk anti biotik seperti pinisilin. Peragian adonan dan pemasakan beberapa keju juga tergantung kepada kegiatan cendawan.
Beberapa Fungi, meskipun saprofitik, dapat juga menerbu inang yang hidup lalu tumbuh dengan subur disitu sebagai parasit. Sebagai parasit, mereka menimbulkan penyakit pada tumbuhan dan hewan, termasuk manusia.
Cara memperoleh nutrien yang absorptif menjadikan Fungi terspesialisasi sebagai pengurai(saproba), parasit atau simbion-simbion mutualistik. Fungi Saprobik menyerap zat-zat makanan dari bahan organik yang sudah mati, seperti pohon yang sudah tumpang, bangkai hewan, atau buangan organisme hidup. Di dalam proses nutrisi saprobik ini, fungi menguraikan bahan organik tersebut. Fungi Parasitik menyerap zat-zat makanan dari sel-sel inang yang masih hidup. Beberapa jenis fungi parasitik, misalnya seperti spesies tertentu yang menginfeksi paru-paru manusia, bersifat patogenik. Fungi Mutualistik juga menyerap zat makanan dari organisme inang, akan tetapi fungi tersebut membalasnya dengan fungi yang menguntungkan bagi pasangannya dalam hal tertentu, misalnya membantu suatu tumbuhan di dalam proses pengambilan mineral dari tanah.
Fungi menempati lingkungan yang sangat beraneka ragam dan berasosiasi secara simbiotik dengan banyak oganisme. Meskipun paling sering ditemukan di habitat darat, beberapa fungi hidup di lingkungan akuatik, di mana fungi tersebut berasosiasi dengan organisme laut dan air-tawar serta dengan bangkainya. Lichen, perpaduan simbiotik antara fungi dan alga, banyak terdapat dimana-mana dan ditemukan di beberapa habitat yang sangat tidak bersahabatdi Bumi ini: gunung yang kering dan di Antartika, tundra alpin dan arktik. Fungi simbiotik lainnyahidup di dalam jaringan tumbuhanyang sehat, dan spesies lain membentuk mutualisme-mutualisme pengkonsumsi-selulosa dengan serangga, semut dan rayap.
Jamur merupakan organisme yang mirip tumbuhan tetapi tidak memiliki klorofil. Dalam klasfikasi system tiga kingdom, jamur (fungi) dikelompokan sendiri terlepas dari kelompok Plantae (tumbuhan) karena jamur tidak dapat berfotosintesis dan dinding selnya bukan dari selulosa.
Jamur hidup tersebar dan terdapat ditanah, air vegetasi, badanhewan, makanan, di bangun, bahkan pada tubuh manusia. Jamur dapat tumbuh dan berkembang pada kelembaban dan pada suhu yang tinggi. Saat ini di Indonesia diperkirakan terdapat 4.250 sampai 12.000 jenis jamur. Dari jumlah tersebut dalam kehidupan memiliki peran masing-masing di habitatnya baik yang berkaitan langsung maupun tidak langsung bagi manusia.
REPRODUKSI JAMUR
Bagian terbesar suatu kapang secara potensial mampu untuk tumbuh dan berkembang biak. Inokulasi fragmen yang kecil sekali pada medium sudah cukup untuk memulai individu baru. Hal ini diperoleh dengan menanamkan inokulum pada medium segar dengan bantuan jarum transfer, suatu cara yang serupa dengan yang digunakan untuk bakteri. Bedanya ialah bahwa jarum yang dipakai untuk kapang itu lebih kaku dan ujungnya pipih agar dapat memotong miselium.
Secara alamiah cendawan berkembang biak dengan berbagai cara, baik secara aseksual dengan pembelahan, penguncupan, atau pembentukan spora, dapat pula dengan seksual dengan peleburan nukleus dari dua sel induknya. Pada pembelahan, suatu sel membagi diri untuk membentuk dua sel anak yang serupa. Pada penguncupan, semua sel anak tumbuh dari penonjolan kecilpada sel inangnya.
Spora aseksual, yang berfungsi untuk menyebarkan spesiesdibentuk dalam jumlah besar. Macam spora aseksual:
a.    Konidiospora atau konidium. Konidium yang kecil dan bersel satu disebut mikrokonidium. Konidium yang besar lagi bersel banyakdinamakan makromonodium. Konidium dibentuk di ujung atau di sisi suatu hifa.
b.    Sporangiospora. Spora bersel satu ini terbentuk di dalam kantung yang disebut sporangium di ujung hifa khusus (sporangiosfor).Aplanospora adalah sporangiospora nonmotil. Zoospora ialah sporangiospora yang motil, motilitasnya disebabkan oleh adanya flagelum.
c.    Oidium atau artrospora. Spora bersel satu ini terbentuk karena terputusnya sel-sel hifa.
d.   Klamidospora. Spora bersel satu yang berdinding tebal ini sangat resisten terhadap keadaan yang buruk, terbentuk dari sel-sel hifa somatik.
e.    Blastospora. Tunas atau kuncup pada sel-sel khamir disebut blastospora.
Spora seksual, yang dihasilkan dari peleburan dua nukleus, terbentuk lebih jarang, lebih kemudian, dan dalam jumlah yang lebih sedikit dibandingkan dengan spora aseksual. Juga, hanya terbentuk dalam keadaan tertentu. Ada beberapa tipe spora seksual:
a.    Askospora. Spora bersel satu ini terbentuk di dalam pundi atau kantung yang dinamakan askus. Biasanya terdapat delapan askospora di dalam setiap askus.
b.    Basidiospora. Spora bersel satu ini terbentuk diatas strukturberbentuk ganda yang dinamakan basidium.
c.    Zigospora. Zigospora adalah spora besar berdinding tebal yang terbentuk apabila ujung-ujung dua hifa yang secara seksual serasi, disebut juga gametangia, pada beberapa cendawan melebur.
d.   Oospora. Spora ini terbentuk dalam struktur betina khusus yang disebut oogonium. Pembuahan telur, atau oosfer, oleh gamet jantanyang terbentuk di dalam anteredium menghasilkan oospora. Dalam setiap oogonium dapat ada satu atau beberapa oosfer.
Spora aseksual dan seksual dapat dikitari oleh struktur pelindung  yang  sangat terorganisasi yang disebut tubuh buah. Tubuh buah aseksual diantaranya ialah aservulus dan piknidium. Tubuh buah seksual yang umum disebut peritesium dan apotesium.
KLASIFIKASI JAMUR
Berdasarkan Cara reproduksi secara generatif, jamur dapat dibagi menjadi 4 kelas, yaitu Zygomycotina, Ascomycotina, Basidiomycotina, dan Deutromycotina.
a.    Zygomycotina
Jamur kelompok ini namanya Zygomycotina karena dalam reproduksi generatifnya menghasilkan zigot di dalam zigospora. Jamur Zygomycotina mempunyai ciri-ciri yaitu dinding selnya tersusun atas zat kitin, multiseluler, hifa tidak bersekat, mengandung inti haploid, memiliki keturunan diploid lebih singkat, reproduksi vegetative dengan membentuk spora, reproduksi generative dengan konjugasi yang menghasilkan zigospora.
Perkembangan secara seksual terjadi karena ada 2 macam hifa, yaitu hifa (+) dan hifa (-). Keduanya bisa terdapat pada satu talus atau talus yang berbeda. Anggota kelas Zygomycotina antara lain : Rhizopus oryzae, Rhizopus oligosporus, Rhizopus nigricans, Mucor mucedo, Mucor javanicans, dan Clamydomucor oryzae.
b.   Ascomycotina
Jamur kelompok ini di sebut Ascomycotania, karena dalam reproduksi generatifnya menghasilkan askospora. Jamur ini yang termasuk kelas Ascomycotania mempunyai cirri-ciri yaitu dinding selnya tersusun atas zat kitin, uniseluler dan multiseluler, hifa bersekat, membentuk badan buah yang disebut askokrap, memiliki inti haploid, memiliki keturunan dipoloid lebih singkat, reproduksi vegetatifnya dengan membentuk konidiospora, reproduksi generatifnya dengan konjugasi yang menghasilkan askospora. Spesies-spesies anggota kelas Ascomycotina ialah sebagai berikut:
1)   Sacharomyces cereviciae, jamur unisel yang dapat membelah diri, dapt memfermentasikan gula menjadi alcohol sehingga sering digunakan untuk membuat tape maupun roti.
2)   Sacharomyces ellipsoids, Saccharomyces tuac, Penicillium notatum, Penecillium chrysogenum, Penecillium camemberti, Penecillium requeforti, Aspergillus
3)   wentii, Aspergillus flavus, dan Aspergillus roti.
c.    Basidiomycotina
Jamur kelompok ini disebut Basidiomycotina karena dalam reproduksi generatifnya menghasilkan basidiofora. Jamur yang termasuk kelas Basidiomycotina mempunyai ciri-ciri yaitu dinding selnya tersusun atas zat kitin, multiseluler, hifa bersekat,  dibedakan hifa primer (berinti satu)  dan sekunder (berinti dua),  mengandung inti haploid, memiliki keturunan diploid lebih singkat, membentuk badan buah yang disebut basidikrop, reproduksi vegetative dengan membentuk konidiospora, reproduksi generative dengan menghasilkan basidopora.
Spesies-spesies anggota dari kelas Basidiomycotina antara lain sebagai berikut : Volvoriella volvace (jamur merang), Auricularia polytricha (jamur kuping), Pleurotus (jamur tiram), Amanita phalloides, Amanita Verna, Amanita muscarnia, Amanita caesarnia, Puccinia graminus (jamur api).
d.    Deuteromycotina
Jamur kelompok ini disebut jamur imperfecti (jamur tidak sempurna) atau deuteromycotina karena belum diketahui cara perkembang biakan seksualnya. Namun demikian, untuk memudahkan dan karena tingkat konidiumnya begitu jelas dan tidak asing lagi, banyak spesies yang masih dianggapkipun tingkat seksualnya sekarangtelah diketahui dengan baik.
Sebagian besar cendawan yang patogen pada manusia adalah Deuteromycetes. Mereka sering kali membentuk spora aseksual beberapa macam di dalam spesies yang sama, sehingga dapat membantu dalam mengidentifikasikannyadi laboratorium.
Jamur yang termasuk kelas Deuteromycotina mempunyai cirri-ciri yaitu dinding selnya tersusun atas zat kitin, multiseluler, hifa bersekat, dibedakan tipe hifa Primer (berinti satu) dan sekunder (berinti dua), mengandung inti haploid, Memiliki keturunan diploid lebih singkat, dan reproduksi vegetative dengan membentuk konidiospora.
Contoh spesies dari kelas Deuteromycotina antara lain sebagai berikut :
1)    Microsporium audoini, Trichophyton, dan Epidermophyton penyebab penyakit kurap dan panu.
2)    Epidermophyton floocosum penyebab penyakit kaki atlet.
3)    Scelothium rolfsii penyebab penyakit busuk pada tanaman.
4)    Helmintorosporium oryzae perusak kecambah dan buah.
PERANAN JAMUR DALAM KEHIDUPAN
Jamur sangat berperan dalam kehidupan manusia. Sebagian jenis jamur ada yang dapat dimakan sebagai sumber protein, lemak, dan glikogen. Beberapa jenis lainnya dapat dimanfaatkan dalam industry makanan dan minuman dengan melalui proses fermentasi. Di dalam ekosistem, jamur sangat berguna sebagai organisme decomposer (pengurai). jamur bersama bakteri berperan dalam menguraikan sampah organic hingga menjadi bentuk sederhana. Namun, beberapa jenis jamur ada yang dapat menyebabkan penyakit, baik pada tumbuhan, hewan, maupun manusia. Akibat serangan jamur, tidak sedikit kerugian yang ditimbulkannya terhadap hasil pertanian. Lengkapilah table mengenai peranan yang menguntungkan dan merugikan dari jamur berikut ini.
Peranan jamur dalam kehidupan :
a.    Menguntungkan:
1)        Bidang industri makanan dan minuman :
a)    Rhizopus oryzae, jamur pada tempe.
b)    Saccharomyces cerevisiae, pada tape, alkhohol dan roti.
c)    Saccharomyces ovale, pada tape, alkohol dan roti.
d)    Saccharomyces sake, jamur pada sake.
e)    Aspergillus wentii, pada pembuatan kecap.
f)     Aspergillus oryzae, untuk tape.
g)    Penicellium camemberti, untuk peembuatan keju.
h)    Penicellium roqueforti, untuk pembuatan keju.
i)      Volvariela volvacea, jamur merang.
2)        Bidang kedokteran :
a)    Penicellium notatum, untuk antibiotik.
b)    Penicellium chrysogenum, untuk antibiotik.
3)        Bidang pertanian :
a)   Jamur membantu mengembalikan kesuburan tanah , sebagai organisme pengurai.
b.    Merugikan:
1)    Pada manusia : Aspergillus nidulans, Aspergillus niger. Keduanya menyebabkan penyakit pada telinga (otomikosis).Deuteromycetes, menyebabkan penyakit kulit (dermatomikosis).
2)      Pada hewan : Aspergillus fumigatus, menyebabkan penyakit paru-paru burung (aspergilosis).
3)      Pada tanaman : Phytophthora infestan, penyakit pada kentang.Phytophthora nicotianae, penyakit pada tembakau.Phytophthora faberi, penyakit pada karet.
4)      Jamur penghasil racun:
a)   Aspergillus flavus, penghasil racun oflaktoksin.
b)   Amanita phaloides, penghasil racun falin, yang dapat merusak sel darah merah.
B.                 Alat dan Bahan
1.      Alat
·         Microskop
·         Kaca Preparat
·         Pipet tetes
·         Lup
·         Cutter
·         Alat tulis
2.      Bahan
·         Jamur tempe
·         Jamur  tape
·         Jamur roti

C.    Langkah Kerja
1.      Pengamatan morfologi
a.         Menyiapkan alat dan bahan yang diperlukan.
b.         Mengamati awetan jamur yang ada pada toples tertutup.
c.         Menggambar hasil awetan jamur tersebut.
d.        Mengidentifikasi hasil awetan jamur tersebut.
e.         Mengklasifikasikan hasil awetan jamur tersebut.
2.      Pengamatan Anatomi
a.       Menyiapkan alat dan bahan yang diperlukan.
b.      Menyiapkan microskop untuk melakukan pengamatan dengan perbesaran 10x10 dan bisa berubah perbesarannya sesuai dengan kebutuhan.
c.       Mengambil sample jamur dari roti, tape dan tempe yang akan diamati dan meletakkan pada kaca preparat.
d.      Menutup kaca preparat yang telah ditetesi air dan mengusahakan agar pada kaca preparat tidak ada gelembung.
e.       Mengamati sample dari jamur roti, tape dan tempe dengan menggunakan microskop.
f.       Mengidentifikasi ciri- ciri anatomi jamur pada roti, tape dan tempe yang diamati, lalu membandingkan dengan ciri-ciri pada literatur.
g.      Menggambar hasil pengamatan yang terlihat pada microskop.
h.      Menyusun urutan klasifikasi.
F. Hasil Pengamatan
A. Jamur Makroskopis
No
Gambar
Gambar Pembanding
Ciri-ciri
1.
Jamur tiram

-   Batangnya semakin kebawah semakin mengecil.
-   Tekstur bagian bawah daun beruas-ruas, namun bagian atasnya halus.
-   Terdapat lubang pada tubuh buah bagian atas.
-   Bercabang banyak.
-   Tubuh  buah berbentuk payung.
-   Daunnya lebar-lebar.
2.
Jamur paku


-   Bentuk seperti paku.
-   Berwarna kecoklatan.
-   Terdapat bulu-bulu diatas tubuh buah.
-   Tumbuh diatas kayu yang lembab.
-   Merupakan jenis jamur liar.
-   Memiliki batang.
-   Memiliki akar semu.
3.
Jamur merang



-   Tubuh buah berbentuk payung.
-   Himenefora membentuk lamela dengan lapisan himenium pada kedua sisinya.
-   Hidup sebagai saprofit.
-   Miselium tumbuh ditanah.
-   Tubuh buah mendaging, lunak dan cepat busuk.
-   Tudung berkembang seperti cawan.
4.
Jamur kayu

-   Tubuh buah berupa seperti kipas.
-   Lubang pori-pori disebut himenefora.
-   Tubuh buah berbentuk setengah lingkaran.
-   Banyak terdapat kayu-kayu lapuk.
-   Bagian atas berbentuk cekung seperti cawan.
-   Sisi dalam lubang terdapat himenium yang tersebar ditubuh (miselium).

5.
Jamur kuping

-   Berwarna coklat.
-   Tubuh buah bertekstur kenyal.
-   Bentuknya bulat bergelembung seperti balon.
-   Tangkainya kecil dan pendek.
-   Tubuh buah berwarna.
-   Tumbuh dipohon yang lembap atau mati.

B. Jamur Mikroskopik
N    No
Gambar
Gambar
Deskripsi
1    1.
Jamur tempe


-Terdiri dari miselium yang lebatserta hifa yang memiliki inti banyak.
-Menghasilkan rhizoid yang berfungsi untuk berpegangan pada substrat.
-Mempunyai miselium 3tipe:stolon,        rhizoid, sporangiofor.
-Menempel pada substrat, kebanyakan menempel pada tempe.
-Heterotrof karena tidak memiliki klorofil.
-Aseksual dengan spora yang dihasilkan oleh sporangium dan hasil akhir menghasilkan aplanospora.
-Seksual dengan konjugasi (penggabungan gen).
2.
Jamur tape

-Uniseluler.
-Terjadinya patenogenesis, karena hanya terdapat satu sel saja.
-Dalam keadaan tertentu miselium semu.
-Menempel pada substrat biasanya terdapat pada makanan yang berjamur.
-Dengan cara aseksual membentuk kuncup atau tunas.
-Heterotrof.                      
-Peranan : sebagai fermentor
3.
Jamur roti




-Terdiri dari miselium serta hifa yang memiliki inti banyak.
-Menghasilkan rhizoid yang berguna untuk berpegangan pada substrat.
-Dari miselium keluar benang-benang tegak dengan sporangium pada ujungnya.
-Hidup ditempat-tempat yang lembab dan makanan serta substrat lainnya.
-Saprofit pada kotoran hewan dan substrat lainnya.
-Heterotrof.                      
-Perkembangbiakan cara aseksual dilakukan dengan menghasilkan applanospora, seksual dilakukan oleh gametangiogami yang menghasilkan zoospora.


G. PEMBAHASAN
A. Jamur Makroskopik
1. Jamur Tiram (Pleuratus ostreatus)
Klasifikasi                                                      
            Domain           :  Eukaryota
Kingdom         :  Fungi
Divisio             :  Basidiomycota
Classis             : Basidiomycetes
Ordo                :  Pleratusales
Familia            :  Pleratuseae
Genus              :  Pleurotus
Spesies            :  Pleurotus astreatus
Dinding selnya tersusun atus zat kitin, multiseluler, hifa bersekat, dibedakan hifa primer (berinti satu) dan sekunder (berinti dua), mengandung inti haploid, memiliki keturunan diploid lebih singkat, membentuk badan buah yang disebut basidikrop. Reproduksi vegetative dengan membentuk kondiospora, reproduksi generative dengan menghasilkan basidopora. Reproduksi generatifnya menghasilkan basidiofora.
Jamur tiram ( Pleurotus ostreatus ) adalah jamur pangan dari kelompok Basidiomycota dan termasuk kelas Homobasidiomycetes dengan ciri-ciri umum tubuh buah berwarna putih hingga krem dan tudungnya berbentuk setengah lingkaran mirip cangkang tiram dengan bagian tengah agak cekung.Jamur tiram masih satu kerabat dengan Pleurotus eryngii dan sering dikenal dengan sebutan King Oyster Mushroom.
Tubuh buah jamur tiram memiliki tangkai yang tumbuh menyamping ( bahasa Latin : pleurotus ) dan bentuknya seperti tiram ( ostreatus ) sehingga jamur tiram mempunyai nama binomial Pleurotus ostreatus .Bagian tudung dari jamur tersebut berubah warna dari hitam, abu-abu, coklat, hingga putih, dengan permukaan yang hampir licin, diameter 5-20 cm yang bertepi tudung mulus sedikit berlekuk.Selain itu, jamur tiram juga memiliki spora berbentuk batang berukuran 8-11×3-4μm serta miselia berwarna putih yang bisa tumbuh dengan cepat.
2. Jamur merang (Vulvariella vulvaceae)
Klasifikasi
Domain           :  Eukaryota
Kingdom         :  Fungi
Divisio             :  Basidiomycota
Classis             :  Homobasidiomycetes
Ordo                :  Agaricales
Familia            :  Pluteaceae
Genus              :  Volvariella
Spesies            :  Vulvariella vulvaceae
                                    Merupakan kelompok organisme eukariotik yang membentuk ragnum fungi jamur yang umumnya bersel banyak.Perkembangbiakannya berbeda beda,Besidiospora mempunyai jenis kelamin yang berbeda pada perkecambahan spora tadi terjadilah dua macam miselium yang bersekat pada satu inti dalam tiap sel. Perkecambahannya juga tanpa batas. Jika dua sel vegetativ yang berlainan bertemu maka dua sel ini menjadi satu (somatogami) dan terjadilah satu sel dengan sepasang inti di dalamnya. Tubuh buah kebanyakan berbentuk payung. Himefora membentuk lamela/papan dengan lapisan himenium pada kedua sisinya, hidup sebagai saprofit, sebagian kecil sebagai parasit. Beberapa diantaranya ada yang dapat dimakan, tetapi ada pula yang beracun. Tubuh buah mendaging, lunak dan cepat membusuk. Bersifat Heterotrof. Pada tubuh buah jamur dewasa, tudung berkembang seperti cawan, berwarna coklat tua keabu-abuan dengan bagian tulang berwarna coklat muda.
Jamur Merang termasuk jamur sejati yang memiliki tingkatan hidup yang lebih tinggi dari  pada tumbuhan Talus lainya. Jamur sejati umumnya memiliki tubuh buah yang  merupakan tonjolan atau pertumbuhan dari Myselium.Tubuh buah pada Jamur Merang (Volvariella  volvacea) sudah memiliki  Akar, batang (tangkai) di mana pada tudung terbentuk spora. Spora yang sudah masak biasanya di terbangkan oleh angin yang kemudian tumbuh membentuk myselium. Myselium umurnya lebih dari satu tahun, selama  keadaan buruk  myselium  berada dalam tanah, kadang – kadang  juga kayu,  dan pada musim-miusim tertentu (di indonesia  musim hujan) membentuk tubuh buah yang menyerupai payung.  (Tjirosoepomo, 1981)

3           Jamur kuping (Aurycularia politrica)
Klasifikasi
Domain           :  Eukaryota
Kingdom         :  Fungi
Divisio             :  Basidiomycota
Classis             :  Basidiomycetes
Ordo                :  Auriculorioles
Familia            :  Auriculoriaceae
Genus              :  Auricularia
Spesies            :  Auricularia politrica
Jamur kuping memiliki tubuh buah mirip daun telinga manusia. Tubuh jamur kuping bertangkai pendek dan tumbuh menempel pada substrat dengan membuat lubang pada permukaannya.Bentuk tubuh buah berupa lembaran bergelombang tidak beraturan dan agak rumit, besar seperti mangkok (cawan),dan lunak seperti selai,atau kenyal mirip belulang.Permukaan atas seperti beludru dan bagian bawah licin mengkilat.Kulitnya berlendir selama musim hujan dan tampak mengkerut pada musim kemarau.Bentuk tubuh buah(basidiocarp).Tubuh buah jamur kuping dalam keadaan basah bersifat gelatinous(kenyal),licin,lentur(elastis),berubah melengkung agak kaku dalam keadaan kering.Lebar tubuh buah jamur kuping sekitar 3cm – 8cm dan tebalnya sekitar 0,1cm – 0,2cm.Jamur kuping mencapai dewasa bila panjang (diameter) basidocarp mencapai 10 cm. Karakteristik keluarga Aucularia adalah memiliki basidium berupa hypobasidium atau epibasidium yang masing-masing terdiri dari atas 4 sel.
Jenis jamur diatas ( jamur kuping, jamur merang, jamur tiram ) merupakan masuk kedalam divisi Basidiomycotina. Jamur pada divisi ini mempunyai ciri-ciri hidupnya bersifat heterotrof dan ada juga yang bersifat saprofit, ukurannya makroskopis dan mikroskopis serta selnya multiseluler, hifanya bersekat dan hifa vegetatifnya mempunyai satu inti yang haploid, memiliki badan buah yang disebut basidiokarp yaitu tempat terbentuknya basidium, dan umumnya badan buahnya berbentuk seperti payung yang terdiri atas bagian batang dan tudung. Tetapi  ada yang berbentuk lembaran berlekuk

4        Jamur paku (Lentinula edodes)
Klasifikasi
Domain           :  Eukariota
Kingdom         :  Fungi
Divisio             :  Basidiomycota
Classis             :  Hemolobasidiomycetes
Ordo                :  Agaricales
Familia            :  Marasmilaceae
Genus              :  Lentinula
Spesies            :  Lentinula edodes
Ciri khas pada jamur paku adalah Batang dari tubuh buah sering melengkung. Payung terbuka lebar. Payung terbuka lebar,berwarna coklat tua dengan bulu-bulu halus di bagian atas. Sedangkan bagian bawah payung berwarna putih. Reproduksi vegetatif, dengan pembentukn tunas oleh konidium dan fragmentasi miselium. Sedangkan reproduksi generatif, dengan alat yang disebut basidium, basidium berkumpul dalam badan yang disebut basidiokarp yang selanjutnya menghasilkan spora.
5           Jamur kayu
Klasifikasi
Domain           :  Eukaryota
Kingdom         :  Fungi
Divisio             :  Basidiomycota
Classis             :  Homobasimyecetes
Ordo                :  Hymenomycetalea
Familia            :  Polyporaceae
Genus              :  Ganoderma
Spesies            :  Ganoderma applanatum
Merupakan organisme tingkat rendah yang belum mempunyai akar,batang,daun sehingga disebut dengan tumbuhan tallus. Tubuh terdiri dari satu sel (uniseluller) dan bersel banyak (multiseluller). Sel berbentuk benang (hifa). Hifa akan bercabang-cabang membentuk bangunan seperti anyaman yang disebut miselium. Tubuh multiseluller terdiri atas hifa yang bersekat. Hidup terestrial saprofit, parasit atau membentuk mikorhiza. Tubuh buah disebut basidiokarp yaitu tempat terbentuknya basidium dan basidium terbentuk spora basidium. Basidiokarp tersusun atas basidiun-basidium yang di dalamnya berisi spora (basidiospora). Basidium ada yang terdiri atas satu sel dan ada yang bersekat-sekat terbagi menjadi 4 bagian sel. Sel bersifat eukaryotik, tidak mempunyai klorofil, sebagai parasit atau saprofit.
B. Jamur Mikroskopik
1. Jamur pada tempe (Rhizopus oryzae)
     Klasifikasi
Domain         :  Eukaryota
Kingdom       :  Fungi
Divisio          :  Zygomycota
Classis           :  Zygomycetes
Ordo             :  Mucorales
Familia          :  Mucoraceae
Spesies          :  Rhizopus orizae
Menurut Soetrisno (1996) sifat-sifat jamur Rhizopus oryzae yaitu koloni berwarna putih berangsur-angsur menjadi abu-abu; stolon halus atau sedikit kasar dan tidak berwarna hingga kuning kecoklatan. sporangiofora tumbuh dari stolon dan mengarah ke udara, baik tunggal atau dalam kelompok (hingga 5 sporangiofora); rhizoid tumbuh berlawanan dan terletak pada posisi yang sama dengan sporangiofora; sporangia globus atau sub globus dengan dinding berspinulosa (duri-duri pendek), yang berwarna coklat gelap sampai hitam bila telah masak. kolumela oval hingga bulat, dengan dinding halus atau sedikit kasar, spora bulat, oval atau berbentuk elips atau silinder. suhu optimal untuk pertumbuhan 350C,minimal 5-70C dan maksimal 440C.
2.Jamur pada tape (Saccharomyces serviceae)
Klasifikasi
Domain         :  Eukaryota       
Kingdom       :  Fungi
Divisio          :  Ascomycota
Classis           :  Ascomycetes
Ordo             :  Endomycetales
Familia          :  Saccharomycetaceae
Genus            :  Saccharomyces
Spesies          :  Saccharomyces cereviceae
Saccharomyces cerevisiae merupakan khamir sejati tergolong eukariotik (memiliki membran inti), ukuran 6-8 mikron, berbentuk bulat telur, melakukan reproduksi dengan cara bertunas dan dapat hidup di lingkungan aerob maupun anaerob. Kata Saccharomyces cerevisiae berasal dari kata Saccharo artinya gula dan myces artinya makan sedangkan cerevisiae artinya berkembang biak yang secara keseluruhan berarti ragi hidup dan berkembang biak dengan memakan gula.S. Cerevisiae merupakan kelompok mikroba yang tergolong dalam khamir (yeast). S. Cereviceae secara morfologis umumnya memiliki bentuk elipsodial dengan diameter yang tidak besar, hanya sekitar 1-3µm sampai 1-7µm3.
3.         Jamur pada roti (Mucor mucedo)
Klasifikasi
Domain            :  Eukaryota
Kingdom         :  Fungi
Divisio             :  Zygomycota
Classis             :  Zygomycetes
Ordo                :  Mucorales
Familia :  Mucoraceae
Genus              :  Mucor             
Spesies             :  Mucor mucedo
Mucor adalah genus dari sekitar 3000 jenis cetakan umumnya ditemukan di tanah, sistem pencernaan, permukaan tanaman, dan bahan sayuran busuk. Mucor mucedo hidup saprofit di kotoran sapi , roti, tanah dan busukan . Hifa seperti benang putih, bagian tertentu tampak sporangium dan sporangiofor berupa titik-titik hitam seperti jarum pentul. Hifa tanpa sekat, terdapat sporangium dan sporangio- spora. Organisme ini dan Zygomycetes lain akan tumbuh dengan cepat pada kebanyakan media jamur. Dapat menyebabkan kekebalan tubuh Mega siRnawati berkompromi mucorosis dalam individu. Situs infeksi paru-paru, sinus hidung, otak, mata dan kulit. Infeksi mungkin memiliki beberapa situs.

                                     















H. Kesimpulan
Fungi adalah nama regnum dari sekelompok besar makhluk hidup eukariotik heterotrof yang mencerna makanannya di luar tubuh lalu menyerap molekul nutrisi ke dalam sel-selnya. Fungi memperbanyak diri secara seksual dan aseksual.
Ciri-ciri umum jamur:
• Sel jamur bersifat eukariotik (mempunyai selaput inti)
• Memiliki dinding sel yang mirip dengan dinding sel tumbuhan
• Bersifat heterotrof (tidak dapat mensintesis makanan sendiri)
• Tidak mengandung klorofil.
• Bersifat kosmopolit yaitu dapat hidup semua tempat terutama tempat yang lembab

Jamur kuping, jamur merang dan jamur tiram merupakan masuk kedalam divisi Basidiomycotina. ciri-ciri hidupnya:
bersifat heterotrof dan ada juga yang bersifat saprofit, ukurannya makroskopis dan mikroskopis serta selnya multiseluler, hifanya bersekat dan hifa vegetatifnya mempunyai satu inti yang haploid, memiliki badan buah yang disebut basidiokarp yaitu tempat terbentuknya basidium
Jamur kuping bersifat saprofit pada kayu yang sudah mati, tubuh buahnya enak dimakan, dan berwarna kecoklatan. Jamur Merang (Volvariella volvacea) merupakan jamur yang memiliki sumber protein dan terdapat pada tumpukan merang ( Jerami padi ).
Jamur Tiram (Pleurotusastreatus) merupakan jamur yang hidup pada subtrat /medium yang mengandung banyak lignin dan selulosa.
Jamur Mikroskopik
Jamur Roti,jamur tempe,jamur tape (peyem) merupakan masuk kedalam divisi Zygomycotina. ciri-cirinya :
• Tubuhnya multiseluler
• Terdiri atas Hifa tidak bersekat
• Habitat umumnya di darat sebagai saprofit
• Reproduksinya secara Vegetatif dengan spora dan Generatif
Jamur merupakan organisme eukariotik yang tidak mempunyai klorofil, bersifat heterotrof, tubuhnya terdiri dari benang-benang (hifa) Jamur berada pada tempat yang lembab dan mengndung sisa-sisa organik, pada kayu yang lapuk, tempat buangan sampah,akar akar tumbuhan, terutama banyak tumbuh ketika musim hujan. Bila dibandingkan dengan tumbuhan tingkat tinggi, jamur memiliki ciri sebagai berikut : tubuh buahnya merupakan tallus, sedangkan tumbuhan bagian-bagiannya telah memiliki akar, batang dan daun yang sebenarnya.
             Jamur berkembangbiak dengan dengan spora dan umunya secara seksual ataupun aseksual. Semula jamur dianggap sebagai tumbuhan, Klasifikasi yang memasuki fungi kedalam dunia karena beralasan karena keasaman dalam hidupnya, habitat hidupnya pada umumnya di tanah. Fungi yang mengahsilkan tubuh buah seperti hal pertumbuhan lumut. jamur hanya tumbuh pada waktu tertentu, pada kondisi tertentu yang mendukung, dan lama hidupnya terbatas, contoh, jamur banyak muncul pada musim hujan di kayu-kayu lapuk, serasah, maupun tumpukan jerami. namun, jamur ini segera mati setelah musim kemarau tiba.

     Klasifikasi jamur terbagi ke dalam lima divisi:                                                            
1.       Divisi Zygomycota. 
2.       Divisi Ascomycota  
3.       Divisi Basidiomycota
4.       Divisi Deuteromycota

           




                                          









Daftar Pustaka
Tjitrosoepomo, gembong.1989.Taksonomi Tumbuhan.Yogyakarta: Gadjah Mada University
Neil A, Campbell.2000.Campbell Edisi 5.Jakarta.PT Gelora Aksara Pratama
J Michael, Jr Pelczar.2008.Dasar-dasar mikrobiologi.jakarta.Universitas Indonesia
Schlegel dan Schmidt, 1994. Mikrobiologi Umum Edisi ke Enam. Yogyakarta: UGM Press.
                                    Saptasari, Murni. 2002. Botani Tumbuhan Rendah: Jamur. Malang: UM Press
http://id.wikipedia.org/wiki/Jamur. 19 Juni 2013 15.00. Kampus Net: Semarang
 http://id.wikipedia.org/wiki/Jamur_merang 19 Juni 2013 15.00. Kampus Net: Semarang
 http://id.wikipedia.org/wiki/Jamur_tiram 19 Juni 2013 15.00. Kampus Net: Semarang
 www.google.com//fungi.id.com.co.id//wikipedia. Tanggal  20 juni pukul 19.00 WIB







0 komentar:

Poskan Komentar